TEWENEWS, BARITO TIMUR – Misteri hilangnya Rawita Sidum (73), warga RT 02 Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, akhirnya terungkap setelah sembilan hari pencarian. Lansia tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kebun rotan milik warga, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban ditemukan oleh anak kandungnya, Asran, di lokasi yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari permukiman warga. Saat ditemukan, kondisi jasad korban telah membusuk.
Kepala Desa Wuran, Mino Riantho, mengatakan penemuan korban bermula saat Asran menemukan sandal jepit yang diduga milik ibunya di dekat rumpun bambu. Merasa curiga, ia kemudian melanjutkan pencarian di sekitar lokasi hingga akhirnya menemukan jasad korban sekitar 50 meter dari tempat sandal tersebut ditemukan.
“Korban ditemukan tadi sore sekitar pukul 14.30 WIB oleh anak kandung korban, Asran, di kebun rotan warga kurang lebih satu kilometer dari perkampungan dalam keadaan sudah membusuk,” ujar Mino saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, sebelum menemukan jasad korban, Asran terlebih dahulu menemukan sandal jepit yang diduga milik Rawita di dekat pohon bambu.
“Awalnya anak korban menemukan sandal jepit korban dekat pohon bambu, kemudian menemukan korban kurang lebih 50 meter dari sandal jepit itu,” lanjutnya.
Sebelumnya, Rawita Sidum dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5/2026). Korban terakhir kali terlihat warga sekitar pukul 16.30 WIB pada hari yang sama. Saat itu, kondisi kesehatannya dikabarkan sedang menurun dan sempat mengeluhkan sakit di bagian dada.
Pencarian terhadap korban melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari pemerintah kecamatan, BPBD Damkar, Polres Barito Timur, TNI, Basarnas, Tagana, relawan hingga masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan penyisiran di kawasan permukiman, kebun warga hingga area hutan di sekitar Desa Wuran.
Sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian, keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri. Laporan kehilangan kemudian disampaikan ke Polres Barito Timur pada Sabtu (16/5/2026), yang selanjutnya direspons dengan pencarian intensif oleh tim gabungan.
Camat Karusen Janang, Bewini, sebelumnya menyebutkan pencarian dilakukan setiap hari dengan dukungan tambahan personel untuk memperluas jangkauan pencarian.
“Sejak laporan diterima, pencarian dilakukan secara intensif setiap hari. Kami juga mendapat tambahan personel dari Basarnas untuk memperluas area pencarian,” kata Bewini saat proses pencarian berlangsung.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui hilang ketika anaknya, Sariani, datang mengantarkan ikan ke rumah. Namun saat tiba, korban sudah tidak berada di tempat. Keluarga kemudian berupaya mencari Rawita di sejumlah lokasi yang biasa didatanginya, namun tidak membuahkan hasil.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang berlangsung selama sembilan hari resmi dihentikan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Wuran yang sejak awal turut membantu proses pencarian secara sukarela.
(Ahmad Fahrizali)









