SINGGANG

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Ambin Demokrasi)

Oleh: Noorhalis Majid

TEWENEWS – Orang bijak mengatakan, hidup harus seimbang. Apapun alasannya, keseimbangan diperlukan agar kehidupan tetap berjalan.

Bukan hanya soal keseimbangan dunia dan akhirat yang diajarkan agama-agama, namun juga dalam segala praktik kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, harus pula seimbang. Eksploitasi, mesti seimbang dengan reboisasi. Jumlah kendaraan yang dijual tiap hari, harus seimbang dengan panjang dan lebar jalan yang dibangun tiap tahun. Pun pertambahan jumlah penduduk akibat kelahiran dan migrasi, harus seimbang dengan kesempatan lapangan pekerjaan, perluasan hunian dan luas lahan pertanian. Sedikit saja keseimbangan terganggu akan bermasalah.

Dan memang, berbagai masalah sekarang terus bermunculan akibat ketidakseimbangan. Lingkungan yang diekspolitasi berbuah bencana. Kemacetan menyebabkan ekonomi biaya tinggi, menghambat produktifas. Begitu pula ketidakseimbangan penduduk dengan lapangan pekerjaan, hunian dan pertanian, melahirkan problem sosial yang rumit lagi tidak sederhana.

Baca Juga :  Kunjungi Kodim 0510/Tigaraksa, Danrem 052/Wkr Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Dukungan Menuju Indonesia Emas 2045

Ketidakseimbangan, dalam bahasa Banjar disebut “singgang”. Kata ini sudah jarang digunakan, padahal maknanya sangat komprehensif. Kalau dalam satu mesin produksi yang terdiri dari berbagai komponen dan elemen, yang bekerja saling terkait satu sama lainnya. Bila ada satu saja tidak berfungsi, jalan mesin tersebut akan singgang. Tubuh juga begitu, kalau ada satu bagian sedang sakit atau terluka, maka tubuh pun akan singgang.

Dalam hidup ini, terutama hubungan dengan Tuhan, manusia dan alam, harus seimbang. Kalau manusia merasa lebih dominan dan penting, merasa sebagai pusat dari sistem alam semester, sehingga berlaku semaunya terhadap alam yang oleh ahli disebut antroposentris, maka pastilah keseimbangan terganggu. Alam tidak dipandang sebagai sesuatu yang memiliki nilai pada diri sendiri, melainkan dipandang berdasarkan kegunaannya semata. Akhirnya keharmonisan terganggu, melahirkan prilaku eksploitatif.

Baca Juga :  Alat Berat dari PT Trakindo Utama untuk Dukung Program 100 Hari Kerja Resmi Diterima Bupati Shalahuddin

Singgang, mengakibatkan tidak nyaman, mengganggu proses dan pada akhirnya harus mencari tahu dimana ketidak seimbangan itu terjadi. Bila ditemukan penyebanya, segera diperbaiki, agar kembali normal, berjalan sebagaimana mestinya.

Sering kali, penyebabnya sudah diketahui, namun tidak punya keinginan untuk memperbaiki. Dibiarkan sesinggang-singgangnya, sampai singgang itu sendiri disangka normal. Bencana terjadi berulang kali, dianggap sebagai satu kenormalan. Macet padat merayap, satu kenormalan. Dan penghidupan ekonomi “sakit pada kayap”, juga satu kenormalan. Akhirnya, tidak tahu lagi apakah keadaan ini singgang atau kada? Mungkin perlu bantuan orang lain untuk menilainya? Sebab, jangan-jangan sejak dari pikiran memang sudah singgang? (nm)

Berita Terkait

Alat Berat dari PT Trakindo Utama untuk Dukung Program 100 Hari Kerja Resmi Diterima Bupati Shalahuddin
Kunjungi Kodim 0510/Tigaraksa, Danrem 052/Wkr Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Dukungan Menuju Indonesia Emas 2045
Polres Barito Utara Ungkap Peredaran Besar Narkotika, Amankan 880 Gram Sabu dan Pil Inex
Kadis PUPR Barito Utara Sambut Kunjungan Silaturahmi Bupati H Shalahuddin
Perkuat Stok Pangan, Pemkab Mura dan TNI-Polri Tanam Jagung Serentak di Desa Muara Jaan
Tingkatkan Disiplin hingga Waspada Bencana, Ini Poin-Poin Penting Arahan Plt Sekda Murung Raya
Kades Datai Nirui Naek Marusaha : Saya Masih Kades Yang Sah
Danrem 052/Wijayakrama Pimpin Sertijab Dandim 0503/Jakarta Barat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 08:17 WIB

SINGGANG

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:45 WIB

Alat Berat dari PT Trakindo Utama untuk Dukung Program 100 Hari Kerja Resmi Diterima Bupati Shalahuddin

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:35 WIB

Kunjungi Kodim 0510/Tigaraksa, Danrem 052/Wkr Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Dukungan Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 3 November 2025 - 10:06 WIB

Polres Barito Utara Ungkap Peredaran Besar Narkotika, Amankan 880 Gram Sabu dan Pil Inex

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:37 WIB

Kadis PUPR Barito Utara Sambut Kunjungan Silaturahmi Bupati H Shalahuddin

Berita Terbaru