Sungai Munte Diduga Tercemar, Warga Soroti Aktivitas Tambang PT Bartim Coalindo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TEWENEWS, BARITO TIMUR – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Bartim Coalindo diduga mencemari Sungai Munte, anak Sungai Karau, serta menyebabkan kerusakan lingkungan di wilayah sekitar. Dugaan tersebut disampaikan oleh Aloisius Jumianto, warga Desa Rodok, Kecamatan Dusun Tengah, yang menilai dampak aktivitas tambang telah merugikan masyarakat dan lingkungan setempat.

Aloisius mengungkapkan, kondisi air Sungai Munte kini mengalami perubahan warna dan kualitas. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran karena sungai tersebut selama ini menjadi sumber air utama bagi masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air sungai sekarang sudah berubah, tidak seperti dulu. Kami khawatir air tersebut tidak lagi layak digunakan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/2).

Baca Juga :  Pemkab Bartim Pantau Distribusi BBM di SPBU Longkang, Pastikan Antrean Tetap Tertib

Ia menambahkan, dampak dugaan pencemaran tersebut juga berpotensi memengaruhi masyarakat Ampah Kota yang selama ini bergantung pada pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang sumber airnya berasal dari aliran sungai di wilayah tersebut.

Aloisius menegaskan, perusahaan harus bertanggung jawab atas dugaan pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas pertambangan.

“Perusahaan harus bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari aktivitas pertambangan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Timur, untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan serta pengujian kualitas air Sungai Munte guna memastikan ada atau tidaknya pencemaran.

Baca Juga :  Polres Barito Timur Ungkap Kasus Kejahatan Jalanan 3C, Sejumlah Pelaku Diamankan

Sebelumnya, Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, meluapkan kemarahannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Bartim Coalindo menyusul adanya keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan perusahaan tersebut.

Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati menegaskan agar pihak perusahaan dan DLH Barito Timur tidak saling melempar tanggung jawab terkait persoalan limbah tambang yang dikeluhkan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bartim Coalindo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran Sungai Munte tersebut.

(Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Temuan Lubang di Makam Hebohkan Warga Desa Lebo, Polisi Turun Tangan
Bupati Barito Timur Lepas Kafilah MTQ VIII Korpri Tingkat Provinsi ke Murung Raya
IWO Bartim Tekankan Pentingnya Sinergi Pers dan Bawaslu dalam Penyebarluasan Informasi Pengawasan
SPMB SMKN 2 Tamiang Layang Resmi Dibuka, Siapkan Enam Jurusan Unggulan
Mubeswilub IWO Kalteng Susun Kepengurusan dan Matangkan Program Kerja Organisasi
Pemkab Barito Timur Ikuti Validasi Hasil Pengukuran IPKD Tahun Anggaran 2024
Satresnarkoba Polres Bartim Amankan Pemain Sabu di Matabu
Pemkab Barito Timur Terima Penyerahan Aset Tanah UPTD Pengembangan Ternak Bangi Wao
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:32 WIB

Temuan Lubang di Makam Hebohkan Warga Desa Lebo, Polisi Turun Tangan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:43 WIB

Bupati Barito Timur Lepas Kafilah MTQ VIII Korpri Tingkat Provinsi ke Murung Raya

Senin, 22 Juni 2026 - 20:10 WIB

IWO Bartim Tekankan Pentingnya Sinergi Pers dan Bawaslu dalam Penyebarluasan Informasi Pengawasan

Senin, 22 Juni 2026 - 13:08 WIB

SPMB SMKN 2 Tamiang Layang Resmi Dibuka, Siapkan Enam Jurusan Unggulan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:09 WIB

Mubeswilub IWO Kalteng Susun Kepengurusan dan Matangkan Program Kerja Organisasi

Berita Terbaru