Waket Komisi III DPRD Bartim Kecam PT ABB, Diduga Picu Konflik Berdarah Warga dan Aparat

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, BARITO TIMUR – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim), Rafi Hidayatullah, SH, mengecam PT Asmin Bara Bronang (ABB) yang diduga menjadi pemicu konflik antara masyarakat dan aparat penegak hukum hingga berujung pada insiden berdarah yang terjadi baru-baru ini.

Rafi yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Bartim menyatakan keprihatinan mendalam atas bentrokan di area perusahaan tersebut yang mengakibatkan warga sipil tertembak dan sejumlah aparat mengalami luka.

“Sebagai bagian dari keluarga yang terdampak langsung oleh insiden ini, hati saya sangat teriris. Namun sebagai wakil rakyat, saya harus melihat persoalan ini secara jernih. Akar masalahnya bukan pada aparat atau warga, melainkan pada ketidakmampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban mereka secara bermartabat,” ujar Rafi kepada awak media, Kamis (5/3/2026).

Ia mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap PT ABB, tidak hanya audit keuangan tetapi juga audit dampak sosial serta kepatuhan perusahaan terhadap hak-hak masyarakat adat. Menurutnya, perusahaan yang tidak mampu memenuhi standar kemanusiaan harus diberikan sanksi tegas, mulai dari sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Tiga Terduga Pelaku Pembunuhan yang Menewaskan Satu Keluarga di Teweh Timur

Untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, Rafi juga mengusulkan pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan Komnas HAM, tokoh adat Dayak, serta komisi terkait di DPRD. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap secara terang peristiwa penembakan yang terjadi serta memastikan keadilan bagi keluarga korban.

“Polri adalah mitra strategis kami dalam menjaga keamanan. Namun di lapangan, rekan-rekan kepolisian jangan sampai terjebak dalam skema konflik yang muncul akibat ketidakterbukaan perusahaan,” tegasnya.

Ia berharap aparat kepolisian tetap berdiri di tengah sebagai pelindung masyarakat, bukan sekadar penjaga aset perusahaan yang sedang bermasalah secara sosial.

“PT ABB dan seluruh investor di Kalimantan Tengah, khususnya di Barito Timur, harus menyadari bahwa investasi tidak lebih berharga daripada nyawa manusia,” ujarnya.

Rafi juga mengingatkan agar pendekatan keamanan tidak dijadikan solusi untuk menutupi kelalaian perusahaan dalam memenuhi hak adat dan hak lahan masyarakat.

“Darah yang tumpah adalah bukti kegagalan manajemen perusahaan dalam membangun dialog dengan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rafi juga menyampaikan pesan kepada seluruh investor di Barito Timur agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting.

Baca Juga :  Transparansi Seleksi Jabatan hingga Dugaan Penyimpangan di UPR kembali Menjadi Sorotan

“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang di Bartim. Kepada seluruh pimpinan perusahaan, selesaikan persoalan melalui meja runding, jangan sampai masalah membesar hingga mengadu domba warga dengan aparat. Jika perusahaan tidak mampu berinvestasi secara damai, maka kehadiran mereka perlu kita evaluasi secara total,” tegasnya.

Ia juga menilai setiap perusahaan yang beroperasi di Barito Timur harus memiliki protokol mediasi berbasis adat. Menurutnya, persoalan lahan seharusnya diselesaikan terlebih dahulu melalui kearifan lokal dengan melibatkan tokoh adat dan pemerintah desa.

“Jangan sedikit-sedikit memanggil aparat penegak hukum untuk menghadapi warga sendiri. Aparat fokus pada keamanan, sementara perusahaan harus fokus menyelesaikan kewajibannya kepada masyarakat,” tuturnya.

Atas nama Fordayak Bartim, Rafi menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden tersebut dan berharap tidak ada lagi korban, baik dari masyarakat maupun aparat.

“Keduanya adalah saudara kita yang menjalankan perannya masing-masing. Fokus kita bukan pada benturannya, tetapi pada akar masalahnya, yaitu sengketa yang tidak kunjung selesai antara perusahaan dan masyarakat. Hentikan kekerasan di PT ABB. Nyawa bukan untuk taruhan investasi,” pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Lantik 136 Pejabat, Bupati H Shalahuddin Tekankan Integritas dan Evaluasi Berkala
Akses Wartawan Dibatasi, Pelantikan Ratusan Pejabat Pemkab Barito Utara Jadi  Sorotan
SMAN 1 Tamiang Layang Gelar Pelepasan Siswa Kelas XII di GPU Mantawara
DPRD Barut Apresiasi Keberhasilan Aparat Kepolisian Ungkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Benangin
Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026, Pemkab Bartim Tekankan Refleksi dan Peningkatan Kualitas SDM
Ribuan Pelajar Berprestasi di Barito Utara  Terima Penghargaan SIP Pintar Juara
Reni Sugiarti Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026, Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pemkab Barito Timur Lepas 103 Calon Jemaah Haji Tahun 2026
Berita ini 533 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:15 WIB

Lantik 136 Pejabat, Bupati H Shalahuddin Tekankan Integritas dan Evaluasi Berkala

Senin, 4 Mei 2026 - 13:07 WIB

Akses Wartawan Dibatasi, Pelantikan Ratusan Pejabat Pemkab Barito Utara Jadi  Sorotan

Senin, 4 Mei 2026 - 12:15 WIB

SMAN 1 Tamiang Layang Gelar Pelepasan Siswa Kelas XII di GPU Mantawara

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:07 WIB

DPRD Barut Apresiasi Keberhasilan Aparat Kepolisian Ungkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Benangin

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:27 WIB

Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026, Pemkab Bartim Tekankan Refleksi dan Peningkatan Kualitas SDM

Berita Terbaru