TEWENEWS, BARITO TIMUR – Warga Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, mengaku kecewa atas piagam penghargaan yang diberikan Bupati Barito Timur kepada PT Bartim Coalindo atas partisipasi dan kepedulian perusahaan terhadap dampak banjir.
Kekecewaan tersebut muncul karena hingga kini warga mengaku masih merasakan dampak aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal itu disampaikan Ketua RT 05 Desa Muara Awang, Riandi, saat ditemui pada Senin (9/2/2026).
Riandi menilai, pemberian piagam penghargaan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil yang dialami masyarakat di lapangan.
“Kami sebagai warga yang terdampak aktivitas tambang merasa kecewa. Di satu sisi perusahaan mendapatkan penghargaan, namun di sisi lain warga masih harus menghadapi berbagai persoalan lingkungan akibat aktivitas pertambangan,” ujar Riandi.
Menurutnya, dampak yang dirasakan warga antara lain perubahan kualitas lingkungan, khususnya pada sumber air dan kondisi di sekitar permukiman. Ia menyebut, keluhan masyarakat terkait dampak tersebut telah berlangsung cukup lama, namun belum mendapatkan penyelesaian yang jelas.
“Seharusnya sebelum memberikan penghargaan, pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya dan mendengar keluhan warga yang terdampak,” tegasnya.
Riandi berharap Pemerintah Kabupaten Barito Timur dapat mengevaluasi kembali aktivitas pertambangan PT Bartim Coalindo serta memastikan perusahaan bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Kami tidak menolak pembangunan maupun investasi di Barito Timur. Namun kami ingin lingkungan tempat tinggal kami tetap aman, sehat, dan layak untuk dihuni,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bartim Coalindo maupun Pemerintah Kabupaten Barito Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait kekecewaan warga Desa Muara Awang tersebut.
(Ahmad Fahrizali)









