
TEWENEWS, Barito Timur – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Tim Penanganan Konflik Sosial (PKS) memfasilitasi mediasi sengketa antara Bapak Yupelis dan keluarga dengan pihak perusahaan, yakni PT Bartim Coalindo dan PT Mutu.
Mediasi tersebut dilaksanakan pada Kamis (16/4/2026) di Ruang Rapat Wakil Bupati Barito Timur, sebagai upaya penyelesaian persoalan pemortalan jalan hauling yang terjadi di wilayah Kecamatan Raren Batuah.
Kegiatan ini dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, dan dihadiri Kepala Kesbangpol Anda Kriselina, perwakilan Polres, Kejaksaan, para pihak terkait, serta undangan lainnya.
Dalam mediasi tersebut, disepakati beberapa poin penting, di antaranya akan dilaksanakan tinjau lapangan terhadap lokasi pemortalan pada Kamis, 30 April 2026, dengan titik kumpul di Kantor Camat Raren Batuah. Tinjauan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan, perwakilan warga, pemerintah kecamatan, kepala desa, hingga instansi terkait seperti ATR/BPN dan KPHP Barito Hilir.
Selain itu, hasil tinjau lapangan nantinya akan menjadi dasar penyelesaian sesuai kondisi di lapangan. Permasalahan segel yang dimiliki oleh pihak terkait juga akan diselesaikan melalui pihak kepolisian.
Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kondusivitas serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan konflik.
“Agar semua pihak dapat menahan diri dan menghormati proses yang sedang berjalan. Pemerintah hadir untuk memastikan penyelesaian dilakukan secara adil dan sesuai aturan,” pesannya.
Dirinya juga berharap, melalui mediasi ini dapat tercapai solusi terbaik yang tidak merugikan salah satu pihak serta menjaga hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan.
“Kita berharap persoalan ini bisa selesai dengan baik, sehingga aktivitas masyarakat maupun perusahaan dapat berjalan normal kembali,” tandasnya.
Mediasi ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh para pihak serta disaksikan unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. (Ahmad Fahrizali)









