Dugaan Oknum Bekingi Tambang Emas Ilegal di Hulu Sungai Takuam Mencuat, Warga Soroti Aktivitas PETI Kembali Beroperasi

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Barito Timur – Dugaan adanya oknum yang membekingi aktivitas tambang emas ilegal di hulu Sungai Takuam, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, mulai mencuat ke permukaan. Isu tersebut mengiringi kabar kembalinya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) meski sebelumnya lokasi tersebut telah ditertibkan aparat gabungan.

Dugaan itu mencuat setelah warga kembali menemukan indikasi aktivitas tambang di kawasan hulu Sungai Takuam. Aktivitas tersebut diduga berlangsung secara sembunyi-sembunyi dengan pola operasi berbeda dari sebelumnya, yakni menggunakan mesin berukuran kecil agar tidak mudah terpantau aparat.

“Masih ada aktivitas. Mereka memakai mesin Dongpeng dan Robin. Tidak pakai ekskavator lagi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (14/5/2026).

Perubahan pola operasi itu memunculkan dugaan bahwa para pelaku sengaja mengakali pengawasan pasca penertiban yang dilakukan tim gabungan pada 7 Mei 2026 lalu. Jika sebelumnya aktivitas PETI menggunakan alat berat yang terlihat mencolok, kini para penambang diduga memilih memakai mesin portable untuk tetap mengeruk material emas tanpa menarik perhatian besar.

Kecurigaan warga semakin menguat setelah aktivitas tambang diduga tetap berlangsung meski lokasi telah dipasangi baliho larangan dan diberikan teguran resmi oleh aparat gabungan. Bahkan, warga menduga keberanian para pelaku tidak lepas dari adanya pihak tertentu yang memberikan perlindungan.

Baca Juga :  Pemkab Bartim Pantau Distribusi BBM di SPBU Longkang, Pastikan Antrean Tetap Tertib

“Kalau tidak ada yang membekingi, tidak mungkin mereka berani kembali bekerja di lokasi yang sudah ditertibkan,” ungkap sumber tersebut.

Sorotan serupa juga datang dari Kepala Desa Batuah, Ariwanto. Namanya sempat terseret dalam perbincangan di media sosial dan dituding terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut. Namun ia membantah tudingan itu dan menegaskan pemerintah desa justru ikut melakukan penertiban bersama aparat keamanan serta unsur pemerintah lainnya.

“Saya sudah koordinasikan sama Pemda masalah ini karena batas dan kewenangan kita hanya memberi teguran dan imbauan, kita bukan penegak hukum,” katanya.

Ariwanto menjelaskan, penertiban sebelumnya melibatkan Koramil 1012-07 Ampah, Polsek Dusun Timur, Camat Raren Batuah, pihak kademangan, hingga Pemerintah Desa Batuah. Dalam operasi itu, petugas memasang baliho larangan, memberikan surat peringatan tertulis, serta teguran lisan kepada para penambang.

Namun menurutnya, seluruh langkah tersebut diduga belum mampu menghentikan aktivitas PETI di kawasan hulu Sungai Takuam. Ia bahkan secara terbuka melontarkan dugaan serius terkait adanya pihak yang membekingi aktivitas ilegal tersebut.

“Nah pertanyaan saya, kalau semua itu sudah kita lakukan tapi tidak digubris lalu apa yang harus kita lakukan? Dan supaya diketahui semua, yang membekingi alat di situ adalah APH (Aparat Penegak Hukum) itu sendiri,” imbuhnya tanpa menyebut institusi aparat yang dimaksud.

Baca Juga :  SMAN 1 Tamiang Layang Gelar Pelepasan Siswa Kelas XII di GPU Mantawara

Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian karena menyentuh isu sensitif mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam aktivitas pertambangan ilegal. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari institusi terkait mengenai tudingan tersebut.

Di sisi lain, dampak lingkungan mulai dirasakan masyarakat di wilayah hilir. Air Sungai Takuam yang selama ini menjadi sumber kebutuhan warga dilaporkan berubah keruh dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu dirasakan warga di Desa Batuah, Puri, Lenggang hingga Lebo.

Kepala Desa Lebo, Sri Bonoadi, membenarkan kondisi sungai yang keruh tersebut. Padahal wilayahnya berjarak lebih dari 40 kilometer dari titik dugaan aktivitas tambang di Desa Batuah.

“Dalam beberapa hari ini air Sungai Takuam sangat keruh, dan hari ini agak lumayan, masih bisa digunakan mandi dan mencuci walaupun tidak bisa dikonsumsi,” ujarnya.

Akibat kondisi itu, sebagian warga kini terpaksa mengandalkan air sumur untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Warga berharap aparat penegak hukum dan pemerintah tidak berhenti pada sebatas teguran administratif atau pemasangan baliho larangan, melainkan melakukan tindakan nyata dan penegakan hukum tegas agar aktivitas tambang ilegal benar-benar dihentikan sebelum kerusakan lingkungan semakin meluas. (Ahmad Fahrizali/Tim)

Berita Terkait

PUPR Perkim Bartim Tingkatkan Infrastruktur Desa, Jembatan Pianggu Kini Beton Permanen
Bupati Yamin Tegaskan Kontraktor Lokal Harus Jadi Tuan Rumah Pembangunan di Barito Timur
Polres Bartim Ringkus Dua Pengedar Sabu Jaringan Antar Provinsi, 54,43 Gram Disita
Polres Barito Timur Ungkap Kasus Kejahatan Jalanan 3C, Sejumlah Pelaku Diamankan
74 Guru di Barito Timur Ikuti Bimbingan Pra Seleksi Calon Kepala Sekolah
156 RTLH di Barito Timur Lolos Verifikasi, Diusulkan Terima Bantuan Bedah Rumah BSPS 2026
DPRD Barito Timur Bahas Hibah Aset Tanah untuk SKHN 1 Tamiang Layang dan SMAN 1 Pematang Karau
PUPR Bartim Siapkan Penanganan Lanjutan Jalan Tamiang Layang–Telang Lewat DBH Sawit
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:09 WIB

PUPR Perkim Bartim Tingkatkan Infrastruktur Desa, Jembatan Pianggu Kini Beton Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:11 WIB

Bupati Yamin Tegaskan Kontraktor Lokal Harus Jadi Tuan Rumah Pembangunan di Barito Timur

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:09 WIB

Polres Bartim Ringkus Dua Pengedar Sabu Jaringan Antar Provinsi, 54,43 Gram Disita

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:19 WIB

Polres Barito Timur Ungkap Kasus Kejahatan Jalanan 3C, Sejumlah Pelaku Diamankan

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:31 WIB

74 Guru di Barito Timur Ikuti Bimbingan Pra Seleksi Calon Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Presiden RI Prabowo Subianto

Uncategorized

Keberhasilan dan Keberanian di bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

Senin, 15 Jun 2026 - 19:39 WIB