TEWENEWS, TAMIANG LAYANG – Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, Reni Sugiarti, S.Pd., MM, mengapresiasi peresmian peningkatan status Calon Resort menjadi Resort Definitif GKE Tamiang Layang Timur yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Sinode I, Minggu (6/9/2026).
Reni menyampaikan bahwa peresmian Resort Definitif tersebut merupakan momentum penting bagi GKE Tamiang Layang Timur untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaat sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dengan ditetapkannya menjadi resort definitif, tentu kita berharap pelayanan kepada jemaat semakin baik, terarah dan mampu menjawab kebutuhan umat. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Reni.
Menurut politisi Partai Hanura ini, keberadaan lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai moral, kasih, toleransi dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah, gereja dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembangunan di Kabupaten Barito Timur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
“Gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membina umat dan turut menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, sinergi dan komunikasi antara pemerintah, lembaga keagamaan dan masyarakat harus terus dijaga,” katanya.
Dirinya berharap kepengurusan Resort GKE Tamiang Layang Timur yang nantinya terpilih melalui Sinode I periode 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta membawa pelayanan GKE semakin maju dan memberikan manfaat bagi jemaat maupun masyarakat secara luas.
“Semoga Sinode I ini berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang solid, berdedikasi serta mampu membawa GKE Tamiang Layang Timur semakin berkembang. Kita juga berharap gereja terus menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di Kabupaten Barito Timur,” pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)









