TEWENEWS, Barito Timur – Aktivitas truk fuso bermuatan kayu log gelondongan yang diduga berasal dari PT. BPM Barito Selatan (Barsel) disinyalir menjadi salah satu penyebab utama cepat rusaknya jalan negara yang melintasi wilayah Ampah, Kecamatan Dusun Tengah hingga Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.
Hermanto (30), warga Desa Rodok, Kecamatan Dusun Tengah, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, truk-truk bermuatan kayu log dengan tonase berat kerap melintas di ruas jalan tersebut setiap hari. Kondisi ini dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat.
“Setiap hari truk bermuatan kayu log melintas. Bebannya berat, sehingga jalan cepat rusak,” ujar Hermanto kepada wartawan, Rabu (14/1/2026)
Ia menjelaskan, kerusakan jalan kini terlihat jelas di sejumlah titik, seperti permukaan jalan yang berlubang, retak, dan bergelombang. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Sejumlah warga dan pengguna jalan juga mengeluhkan kondisi tersebut karena sangat mengganggu aktivitas transportasi dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.
Warga menilai, jalan negara tersebut tidak dirancang untuk menahan beban angkutan kayu log dengan muatan berlebih yang melintas secara terus-menerus. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan angkutan berat.
Sebagai perwakilan warga, Hermanto berharap instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun pihak berwenang, segera melakukan pengawasan dan penertiban terhadap angkutan kayu log yang melintas di ruas jalan tersebut. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya penegakan aturan terkait batas muatan kendaraan guna mencegah kerusakan jalan yang semakin parah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT. BPM Barito Selatan maupun instansi terkait mengenai aktivitas angkutan kayu log tersebut. (Ahmad Fahrizali)








