Bupati Shalahuddin: Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Pondasi Perdamaian Dunia

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA-Pemkab Barito Utara melaksanakan upacara dalam arangka Peringati Hari Lahir Pancasila di Arena Tiara Batara Muara Teweh, Selasa (2/6/2026). Upacara dipimpin langsung Bupati H Shalahuddin.

TEWENEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melaksanakan Upacara dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Arena Tiara Batara Muara Teweh, Selasa (2/6/2026). Pada kesempatan tersebut Bupati Barito Utara H Shalahuddin membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Dalam amanatnya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Yudian menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian amanat yang dibacakan Bupati Barito Utara.

Baca Juga :  Kadis Budparpora: Kuntau Cup III Jadi Momentum Perkuat Pelestarian Budaya di Barito Utara

Menurutnya, Pancasila juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Yudian menyebutkan bahwa nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi penting dalam menjembatani berbagai perbedaan dan membantu penyelesaian konflik di tingkat internasional.

Hal itu tercermin melalui kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas.

“Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan tidak hanya menjadi simbol atau slogan semata.

Baca Juga :  Pastikan Berjalan Optimal, Bupati Barito Utara Tinjau Pelayanan RSUD Muara Teweh

Kepada para menteri dan kepala daerah, Yudian menitipkan amanah agar setiap kebijakan publik yang dilahirkan senantiasa berlandaskan nilai keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, melindungi hak-hak kelompok rentan, serta memastikan tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

Selain itu, seluruh komponen bangsa juga diajak untuk terus melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak persatuan dan harmoni kebangsaan.

Di akhir amanatnya, Yudian Wahyudi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” tutup amanat tersebut.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Arena Tiara Batara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Barito Utara.(Atr)

Berita Terkait

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Dorong Percepatan Penurunan Kemiskinan, Anggota DPRD Hasrat Dukung Evaluasi BPKP
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru