TEWENEWS, Banjarbaru – Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) HATAPA sukses melaksanakan program Benchmark UMKM Perikanan dengan fokus pada teknik pembesaran ikan nila berbasis sistem bioflok.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan pelaku UMKM perikanan dalam mengadopsi teknologi bioflok yang dikenal efisien dan ramah lingkungan.
Program ini diselenggarakan pada Senin, 11 November 2024, di Kelompok Perikanan Bataan Sukses Bersama, Banjarbaru, dan bertindak sebagai instruktur utama, Muhammad Arifin, SPi
Selain itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin untuk memperluas wawasan mereka terkait budidaya perikanan.
Peserta dan Tim Pelaksana Kegiatan ini diikuti oleh empat UMKM perikanan yang berasal dari Desa Bintang Ninggi II (3 orang) dan Desa Lemo II (1 orang). Tim LPB HATAPA yang turut mendampingi adalah Amirrullah sebagai koordinator dan Juwanda Adi Saputra sebagai fasilitator.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai materi dan pengalaman praktis yang relevan, di antaranya:
Teknik Pembesaran Ikan Nila Sistem Bioflok Peserta belajar tentang instalasi, pengelolaan, dan pemeliharaan sistem bioflok untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ikan nila.
Sistem ini menawarkan efisiensi dalam penggunaan pakan dan air, serta meminimalkan dampak lingkungan.
Manajemen Pakan
Frekuensi pemberian pakan disesuaikan dengan fase pertumbuhan ikan.
Jenis dan metode pemberian pakan difokuskan pada efisiensi untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.
Kunjungan ke BPBAT Mandiangin Peserta mengamati langsung budidaya indukan ikan patin, pembesaran ikan nila dengan sistem bioflok, serta budidaya cacing sutra.
Cacing sutra diperkenalkan sebagai pakan alami dengan nilai gizi tinggi yang dapat mendukung pertumbuhan ikan nila secara optimal.
“Hasil dan manfaat kegiatan melalui program ini, pelaku UMKM perikanan mendapatkan wawasan baru dalam budidaya ikan nila berbasis bioflok,” ujar Amirullah.
Selain itu, pengetahuan tentang manajemen pakan dan budidaya cacing sutra memberikan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi biaya serta kualitas hasil budidaya.
LPB HATAPA berharap kegiatan ini dapat mendorong UMKM perikanan untuk mengadopsi teknologi inovatif dan meningkatkan daya saing mereka di pasar.
“Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan sektor perikanan yang ramah lingkungan,” pungkasnya.
(Red)









