Wabup Barut: Penanganan Karhutla Harus Diperkuat Melalui Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPAT EVALUASI DAN KOORDINASI PENANGANAN KARHUTLA-Pemkab Barito Utara bersama OPD terkait melaksanakan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Lantai I, Rabu (30/9/2026).

TEWENEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Evaluasi dan koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin melalui Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan saat menghadiri Rapat Evaluasi dan Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Utara Lantai I, Rabu (30/9/2026).

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Wabup Felix, disebutkan bahwa kondisi karhutla di Barito Utara masih memerlukan perhatian serius. Sejumlah titik api masih ditemukan, sementara peningkatan hotspot dan kebakaran bawah permukaan atau underground fire turut memicu kabut asap yang belum sepenuhnya reda.

“Kebakaran hutan dan lahan saat ini masih menyelimuti Kabupaten Barito Utara. Hingga saat ini kebakaran masih terjadi di beberapa titik, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah titik panas atau hotspot dan kebakaran bawah permukaan yang masih memicu kabut asap pekat,” kata Felix membacakan sambutan Bupati.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin: LPT-IK Barito Utara  Berperan Strategis Lestarikan Adat dan Budaya Kaharingan

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara terstruktur, terpadu dan berkelanjutan.

“Lonjakan yang masih membakar lahan gambut membuat kita harus terus berjibaku, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui upaya evaluasi dan koordinasi yang terstruktur dan terpusat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa karhutla tidak boleh terus berulang tanpa adanya evaluasi dan tindakan nyata. Pemerintah perlu memastikan pengelolaan lahan dilakukan secara bertanggung jawab, memperkuat pengawasan terhadap aktivitas industri serta menempatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas.

Setiap indikasi kelalaian, lanjutnya, harus ditindaklanjuti secara transparan. Penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika keadaan sudah darurat, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan dan memperkuat upaya pencegahan.

Rapat tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah menargetkan penanganan yang lebih maksimal, termasuk menekan jumlah hotspot dan mengurangi luas lahan yang terbakar.

Selain itu, peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam melakukan pencegahan juga menjadi perhatian penting agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak El Nino Terus Berlanjut, Bupati Shalahuddin Perkuat Penanganan Karhutla Barito Utara

Di akhir sambutan, Bupati melalui Wabup Felix menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Kabupaten Barito Utara.

“Keberhasilan sejati bukan ditentukan oleh seberapa hebat kita memadamkan api, melainkan seberapa sedikit kebakaran yang berhasil kita tangani bersama,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah OPD menyampaikan perkembangan penanganan karhutla. BPBD memaparkan kondisi hotspot, kejadian dan luasan karhutla, sementara Dinas Kesehatan melaporkan perkembangan layanan kesehatan dan kasus ISPA serta kesiapan pos kesehatan.

Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan hasil pemantauan kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Dinas Pendidikan memastikan keberlangsungan kegiatan belajar, sedangkan BMKG memaparkan perkembangan cuaca dan potensi curah hujan di wilayah Barito Utara.

Berdasarkan hasil evaluasi dan paparan OPD, Pemkab Barito Utara menilai status tanggap darurat karhutla perlu tetap dipertahankan mengingat potensi kebakaran masih berlangsung hingga Oktober dan parameter penanganan masih terpenuhi. Status tanggap darurat karhutla diperpanjang terhitung 2 Oktober hingga 15 Oktober 2026.      (Atr)

Berita Terkait

Kepsek SDN 1 Tamiang Layang Apresiasi Kepedulian Reni Sugiarti Bagikan Masker Kepada Pelajar
Peduli Kesehatan Pelajar, Reni Sugiarti Bagikan Masker ke Tiga SD di Dusun Timur
Begini Jawaban Bupati Barito Utara atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Rancangan APBD 2027
Perkuat Akuntabilitas, Kesbangpol Bartim Bekali Parpol Tata Cara Penyusunan SPJ
Puskesmas Tamiang Layang Jemput Bola, Sasar 13 Ribu Warga Lewat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
MUSRENBANGDES BATU RAYA II: TENTUKAN ARAH PEMBANGUNAN DESA TAHUN 2027
Fraksi Partai Demokrat DPRD Barito Utara Soroti Defisit Besar RAPBD 2027 dan Ketergantungan pada SiLPA
Fraksi PDI-P Soroti Ketergantungan Terhadap Dana Transfer Pusat dalam RAPBD Barito Utara 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Kepsek SDN 1 Tamiang Layang Apresiasi Kepedulian Reni Sugiarti Bagikan Masker Kepada Pelajar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Peduli Kesehatan Pelajar, Reni Sugiarti Bagikan Masker ke Tiga SD di Dusun Timur

Rabu, 30 September 2026 - 18:11 WIB

Wabup Barut: Penanganan Karhutla Harus Diperkuat Melalui Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor

Rabu, 30 September 2026 - 14:53 WIB

Begini Jawaban Bupati Barito Utara atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Rancangan APBD 2027

Rabu, 30 September 2026 - 13:23 WIB

Perkuat Akuntabilitas, Kesbangpol Bartim Bekali Parpol Tata Cara Penyusunan SPJ

Berita Terbaru