Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bartim Targetkan Luas Tanam Padi Okmar 6.023 Hektar

- Jurnalis

Kamis, 8 Agustus 2024 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Tamiang Layang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur menargetkan luas tanam padi 6.023 hektare pada musim tanam Oktober-Maret atau Okmar nanti.

“Pada musim tanam Okmar kita targetkan luas tanam padi 6.023 hektare, itu sudah termasuk padi sawah dan padi gogo,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur, Lurikto, Kamis (08/08/2024).

Sedangkan pada musim April-September atau Asep yang sedang berlangsung saat ini, dinas pertanian menargetkan luas tanam padi 1.039 hektare.

“Dari target 1.039 hektare itu, sampai akhir Juli realisasi luas tanam sudah mencapai 923 hektare,” papar Lurikto.

Baca Juga :  DPRD Barito Timur Gelar Ekspose LHP BPK, Pastikan Tindak Lanjut Rekomendasi Berjalan Optimal

Melihat kondisi Barito Timur yang sudah mulai memasuki musim kemarau pada Dasarian I bulan Agustus, dia berpesan kepada para penyuluh pertanian di lapangan agar lebih intensif mendampingi petani binaan demi mencegah gagal panen akibat kekeringan.

“Sudah beberapa minggu tidak turun hujan, yang pasti itu akan berpengaruh kepada produktivitas petani sehingga dalam hal ini saya mengimbau kepada kawan-kawan penyuluh di lapangan agar lebih berkonsentrasi kepada kondisi alam saat ini menyikapi hal itu sehingga kita nanti dapat berupaya untuk mencari solusi bagi petani,” ujar Lurikto.

Hasil pantauan di lapangan, hingga kini pertumbuhan tanaman padi musim tanam Asep masih bagus, namun beberapa wilayah mulai mengalami kesulitan air.

Baca Juga :  HUT ke-24 Barito Timur, Semangat SEGAH Jadi Penguat Sinergi Pembangunan Daerah

“Ini yang nanti kita antisipasi dengan meminjamkan alat pompa untuk membantu petani, makanya penting bagi penyuluh melakukan pendampingan sehingga segera mengetahui ketika petani menghadapi masalah,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah dibeberapa lokasi yang irigasinya belum berfungsi dengan maksimal, dinas pertanian berupaya mengusulkan bantuan sistem irigasi pompanisasi. Pompanisasi merupakan metode penyiraman lahan pertanian dengan menggunakan pompa untuk mengalirkan air dari sumber seperti sungai ke area pertanian.

“Kita sedang ajukan permintaan pompanisasi ke Kementerian Pertanian,”pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Pimpin Rakor, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Koordinasi untuk Percepatan Pembangunan
Kembangkan Produk IKM Lokal, Disdagrin Barito Utara Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Kabut Asap Kian Pekat, DPK Korpri Barito Utara Bagikan 2.000 Masker ke Masyarakat
Bupati Shalahuddin Turun Langsung Padamkan Karhutla di Desa Trahean
KNPI Cup 2026 Bartim Ditutup Penuh Makna, Tiga Agama Bersatu Berdoa untuk Keselamatan Kalteng
M Iman Topik: SPMI Harus Jadi Budaya Mutu di Sekolah
Laksanakan Shalat Istisqa, Umat Islam Barito Utara Diajak Muhasabah dan Memohon Hujan
Pemkab Barito Utara Ajak Masyarakat Bermunajat Memohon Hujan melalui Shalat Istisqa
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Pimpin Rakor, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Koordinasi untuk Percepatan Pembangunan

Selasa, 1 September 2026 - 11:34 WIB

Kembangkan Produk IKM Lokal, Disdagrin Barito Utara Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Bupati Shalahuddin Turun Langsung Padamkan Karhutla di Desa Trahean

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:38 WIB

KNPI Cup 2026 Bartim Ditutup Penuh Makna, Tiga Agama Bersatu Berdoa untuk Keselamatan Kalteng

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:00 WIB

M Iman Topik: SPMI Harus Jadi Budaya Mutu di Sekolah

Berita Terbaru