Perkuat Benteng Keluarga, Ketua TP PKK Barito Utara Ajak Cegah Paham Radikalisme pada Anak dan Remaja

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOSIALISASI PAHAM RADIKALISME-Panit Satgas Wilayah Kalteng Densus 88 Anti Teror, Iptu Ganjar Satriono sampaikan materi paparan terkait bahaya radikalisme, pola penyebarannya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga dan lingkungan sekitar pada Sosialisasi Paham Radikalisme terhadap Anak dan Remaja di Gedung Balai Antang, Kamis (19/2/2026).

TEWENEWS, Muara Teweh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan anak dan remaja.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Paham Radikalisme terhadap Anak dan Remaja di Gedung Balai Antang, Kamis (19/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua GOW Barito Utara, Ketua Persit Chandra Kirana Barito Utara, Ketua Bhayangkari Barito Utara, Ketua Dharma Wanita Barito Utara, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Barito Utara, Ketua Dharmayukti Karini Barito Utara, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial PMD, Kepala Dinas Dalduk KB P3A, Camat Teweh Tengah, para ketua organisasi kewanitaan dan keagamaan se-Kabupaten Barito Utara, serta pengurus TP PKK se-kecamatan.

Maya Savitri Shalahuddin dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting dan strategis, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Baca Juga :  DKPP Tebar 76 Ribu Benih Ikan Disejumlah Perairan di Barito Utara

“Anak-anak dan remaja saat ini menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk penyebaran paham radikalisme melalui media sosial dan internet. Radikalisme bukan hanya persoalan ideologi, tetapi juga cara pandang yang sempit, intoleran, dan cenderung menghalalkan kekerasan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, masyarakat Indonesia telah sepakat hidup dalam keberagaman. Karena itu, segala bentuk paham yang memecah belah dan menanamkan kebencian harus ditolak bersama.

“Kita tidak boleh membiarkan generasi muda terpapar ide-ide yang menyesatkan dan merusak karakter. Justru kita harus membekali mereka dengan wawasan kebangsaan yang kuat, pemahaman agama yang moderat, serta kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.

Ketua TP PKK Barito Utara juga menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sebagai benteng utama dalam membentuk karakter anak. Orang tua, menurutnya, harus menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pembinaan, sementara sekolah dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang inklusif, toleran, dan harmonis.

Sementara itu, narasumber dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri melalui perwakilannya, Iptu Ganjar Satriono, S.Sos, Panit Satgas Wilayah Kalteng, memaparkan materi terkait bahaya radikalisme, pola penyebarannya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  PT MULTIPERSADA GATRAMEGAH BERI REWARD RP25 JUTA DAN MOTOR OPERASIONAL UNTUK 2 DESA BINAAN CEGAH KARHUTLA

Dalam pemaparannya, Iptu Ganjar menjelaskan bahwa penyebaran paham radikalisme saat ini banyak memanfaatkan platform digital dan media sosial dengan pendekatan yang persuasif dan menyasar generasi muda.

“Kelompok radikal biasanya memanfaatkan isu-isu sosial, keagamaan, dan ketidakpuasan tertentu untuk memengaruhi anak muda. Mereka menyebarkan konten yang dikemas secara menarik, namun mengandung ajaran intoleransi dan kebencian,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tanda-tanda awal paparan radikalisme dapat terlihat dari perubahan sikap yang ekstrem, menarik diri dari lingkungan sosial, mudah mengkafirkan atau menyalahkan pihak lain, serta menunjukkan sikap intoleran terhadap perbedaan.

“Keluarga harus peka terhadap perubahan perilaku anak. Bangun komunikasi yang terbuka, tanamkan nilai-nilai toleransi, serta awasi aktivitas digital mereka secara bijak. Pencegahan harus dimulai dari rumah,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para peserta mengenai bahaya radikalisme sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, serta menciptakan generasi muda Barito Utara yang religius, nasionalis, toleran, dan berakhlak mulia.(Atr)

Berita Terkait

Pimpin Rakor, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Koordinasi untuk Percepatan Pembangunan
Kembangkan Produk IKM Lokal, Disdagrin Barito Utara Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Kabut Asap Kian Pekat, DPK Korpri Barito Utara Bagikan 2.000 Masker ke Masyarakat
Bupati Shalahuddin Turun Langsung Padamkan Karhutla di Desa Trahean
KNPI Cup 2026 Bartim Ditutup Penuh Makna, Tiga Agama Bersatu Berdoa untuk Keselamatan Kalteng
M Iman Topik: SPMI Harus Jadi Budaya Mutu di Sekolah
Laksanakan Shalat Istisqa, Umat Islam Barito Utara Diajak Muhasabah dan Memohon Hujan
Pemkab Barito Utara Ajak Masyarakat Bermunajat Memohon Hujan melalui Shalat Istisqa
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Pimpin Rakor, Bupati Shalahuddin Tekankan Pentingnya Koordinasi untuk Percepatan Pembangunan

Selasa, 1 September 2026 - 11:34 WIB

Kembangkan Produk IKM Lokal, Disdagrin Barito Utara Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Bupati Shalahuddin Turun Langsung Padamkan Karhutla di Desa Trahean

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:38 WIB

KNPI Cup 2026 Bartim Ditutup Penuh Makna, Tiga Agama Bersatu Berdoa untuk Keselamatan Kalteng

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:00 WIB

M Iman Topik: SPMI Harus Jadi Budaya Mutu di Sekolah

Berita Terbaru