
TEWENEWS, Barito Timur — Sekolah Tinggi Teologi (STT) Permata Bangsa Barito menggelar Wisuda ke-8 di Gedung Mantawara, Tamiang Layang, Rabu (26/11/2025). Pada momentum penuh sukacita tersebut, sekitar 28 mahasiswa resmi diwisuda dari Program Studi Sarjana Teologi, Sarjana Pendidikan Agama Kristen, dan Magister Teologi.
Kegiatan wisuda dihadiri Staf Ahli Bupati Barito Timur bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, H. Bunyamin, yang hadir mewakili Bupati Barito Timur, M. Yamin.
Dalam sambutannya, H. Bunyamin menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan STT Permata Bangsa Barito yang konsisten menghadirkan pendidikan tinggi di Barito Timur. Ia menilai keberadaan kampus tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dirinya berharap para lulusan tidak hanya bangga dengan gelar yang disandang, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia mendorong para wisudawan untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh, baik dalam pelayanan gereja, dunia pendidikan, maupun ruang-ruang sosial lainnya, sehingga kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya.

Sementara itu, Ketua STT Permata Bangsa Barito, Dr. Samuel Simanjuntak, didampingi Kaprodi Magister Teologi (M.Th) Dr. Andriyas dan Kaprodi Sarjana Teologi (S.Th) Dr. Hendrik Sianipar, menegaskan komitmen lembaga untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas di Barito Timur.
“Kami bersyukur karena perkuliahan dapat berjalan secara reguler di Barito Timur. Kerinduan kami adalah daerah ini dipenuhi orang-orang berpendidikan, pintar dan berhikmat, sehingga dapat membawa dampak positif bagi pembangunan,” ujar Dr. Samuel.
Ia menjelaskan, mahasiswa STT Permata Bangsa Barito berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah, seperti Barito Selatan, Barito Timur, dan Barito Utara, serta dari beragam denominasi gereja. Hal itu menunjukkan bahwa kampus ini terbuka bagi semua gereja dengan fokus pembelajaran yang berlandaskan Alkitab.
Untuk memberikan akses yang lebih luas, STT Permata Bangsa Barito juga membuka kelas daring bagi para pekerja yang tidak memiliki waktu mengikuti kuliah reguler. “Kami tetap menjaga mutu agar mahasiswa mendapat yang terbaik,” tambah Dr. Samuel.
Lebih lanjut disampaikannya, lulusan STT Permata Bangsa Barito telah banyak melayani di gereja-gereja, sekolah, serta mengabdi sebagai tenaga P3K maupun PNS di berbagai instansi. Rektor menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata bahwa pendidikan teologi memberi dampak positif, tidak hanya bagi gereja, tetapi juga bagi masyarakat dan pemerintahan.
Ke depan, STT Permata Bangsa Barito berencana membangun asrama untuk menampung mahasiswa dari pedalaman Kalimantan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah terpencil untuk menempuh pendidikan tinggi, kemudian kembali membangun daerah asal masing-masing. Selain itu, kampus berkomitmen memperluas kerja sama dengan organisasi pelayanan dan instansi pemerintah.
“Kami bersuka cita karena STT Permata Bangsa Barito adalah satu-satunya sekolah tinggi di Barito Timur. Kami mengajak masyarakat Barito Timur dan Kalimantan Tengah bergandengan tangan memajukan daerah kita dengan menciptakan generasi berpendidikan,” ujarnya.
Dr. Samuel juga menegaskan bahwa seluruh program studi di STT Permata Bangsa Barito telah terakreditasi. Masyarakat, katanya, dapat melakukan pengecekan secara langsung melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) maupun melalui mesin pencari Google sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga. (Ahmad Fahrizali)









