
TEWENEWS, BARITO TIMUR – Pengurus dan jamaah Masjid Ar Rahman Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) 1447 Hijriah yang dirangkai dengan Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan Abah Guru Sekumpul yang bertepatan pada bulan Rajab, Minggu malam (4/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Tamiang Layang dan sekitarnya. Panitia pelaksana menghadirkan penceramah KH. Ahmad Sanusi, yang akrab disapa Guru Jaro, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Musthofa, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan syair-syair Maulid Nabi, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil serta doa haul untuk Abah Guru Sekumpul, kemudian ditutup dengan ceramah agama.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Majelis Bahasyim Mungkur, Habib Harun Bahasyim. Dari unsur pemerintah daerah hadir Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, H. Bunyamin, yang mewakili Bupati Barito Timur, M. Yamin, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Dalam tausiyahnya, Guru Jaro mengisahkan secara singkat perjalanan agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, khususnya peristiwa diterimanya perintah salat lima waktu sehari semalam secara langsung dari Allah SWT. Ia menekankan pentingnya menjaga salat sebagai fondasi utama keimanan dan akhlak umat Islam.
Selain itu, Guru Jaro juga menyampaikan keteladanan Abah Guru Sekumpul sebagai sosok ulama besar yang istiqamah dalam dakwah, tawadhu, serta mengajarkan cinta kepada Rasulullah SAW dan sesama umat.
Pada kesempatan tersebut, Guru Jaro turut mengijazahkan zikir kepada seluruh jamaah yang hadir, sebagai amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meneladani nilai-nilai spiritual yang diajarkan oleh para ulama.
Peringatan Isra Mi’raj dan Haul Abah Guru Sekumpul ini diharapkan dapat semakin memperkuat ukhuwah islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat Barito Timur dalam kehidupan sehari-hari. (Ahmad Fahrizali)









