Penghargaan untuk PT Bartim Coalindo Picu Polemik, Warga Ampah Kembali Suarakan Protes

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hal ini disampaikan Hermanto, warga Jembatan Sua, Kecamatan Dusun Tengah, yang sebelumnya turut mendampingi Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi operasional PT Bartim Coalindo. Menurut Hermanto, hasil temuan di lapangan menunjukkan adanya dampak lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ia menyebutkan, warga telah lama menyampaikan keluhan terkait kondisi lingkungan di sekitar wilayah tambang. Keluhan tersebut antara lain menyangkut perubahan kualitas air Sungai Munte yang merupakan anak Sungai Karau, serta kerusakan ekosistem yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Bupati Yamin Hadiri Rakor Karhutla Kalteng, Kesiapan Personel dan Peralatan Diperkuat

Namun demikian, di tengah berbagai keluhan warga tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Timur justru memberikan piagam penghargaan kepada PT Bartim Coalindo atas partisipasi perusahaan dalam kepedulian terhadap penanganan dampak banjir di wilayah Barito Timur. Kebijakan ini dinilai sebagian warga menimbulkan tanda tanya dan perbedaan pandangan di masyarakat.

Sementara itu, Misdianto, warga Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, juga menyampaikan bahwa aktivitas pertambangan diduga telah berdampak terhadap kualitas lingkungan, termasuk kondisi Sungai Karau serta lahan di sekitar permukiman warga.

Baca Juga :  Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkab Bartim Gandeng TP-PKK Perkuat Edukasi Kader

Sebagai warga yang merasakan langsung dampak tersebut, Misdianto berharap pemerintah daerah dapat melakukan peninjauan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan agar tidak semakin merugikan masyarakat.

“Pemberian penghargaan tersebut memicu beragam tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian warga menilai langkah pemerintah daerah tidak sejalan dengan kondisi lingkungan yang mereka alami saat ini,” ucap Misdianto, Sabtu (7/2/2026), di Ampah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Bartim Coalindo belum memberikan keterangan resmi terkait protes warga tersebut. Pemerintah Kabupaten Barito Timur juga belum menyampaikan penjelasan lanjutan mengenai tindak lanjut hasil inspeksi mendadak lapangan yang telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

(Ahmad Fahrizali/Tim)

Berita Terkait

Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Pemkab dan DPRD Bartim Teken Berita Acara Persetujuan Dua Raperda, Pariwisata dan Hak Disabilitas Jadi Perhatian
Disambut Tari Balian Dadas, Kakanwil Kemenag Kalteng Tanam Pohon Matoa di MAN Bartim
Pemkab Bartim Jawab Pandangan Enam Fraksi DPRD atas RAPBD 2027
Fraksi PKB DPRD Barito Timur Soroti Kemandirian Fiskal dan Efisiensi Belanja dalam RAPBD 2027
Kakanwil Kemenag Kalteng Kunjungi Bartim, Berikan Pembinaan kepada Jajaran Kemenag
Berita ini 224 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pemkab dan DPRD Bartim Teken Berita Acara Persetujuan Dua Raperda, Pariwisata dan Hak Disabilitas Jadi Perhatian

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Disambut Tari Balian Dadas, Kakanwil Kemenag Kalteng Tanam Pohon Matoa di MAN Bartim

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Pemkab Bartim Jawab Pandangan Enam Fraksi DPRD atas RAPBD 2027

Berita Terbaru