
RAT ini dihadiri staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Osa Awatanu, Kepala Dinas Penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu, jajaran manajemen PT SGM, pengurus koperasi, serta ratusan anggota Koperasi BSS.

Ketua Koperasi BSS dua periode, Priadi, saat diwawancarai menyampaikan bahwa RAT kali ini merupakan RAT tahun kelima untuk tahun buku 2025. Selain itu, agenda utama lainnya adalah pemilihan pengurus baru untuk lima tahun ke depan.
“RAT hari ini sekaligus pemilihan pengurus baru untuk periode lima tahun ke depan. Kemarin sudah dilaksanakan proses penjaringan calon pengurus di kantor koperasi,” ujar Priadi.
Dalam RAT tersebut, pengurus juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban masa jabatan 2020–2025 kepada seluruh anggota koperasi. Priadi mengungkapkan, terdapat 10 calon ketua koperasi yang akan bersaing dalam pemilihan pengurus BSS periode 2026–2031.
Ia berharap seluruh rangkaian proses pemilihan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan demokratis.
“Harapan saya, pelaksanaan pemilihan pengurus baru ini berjalan aman dan damai, jangan sampai menimbulkan perpecahan di antara anggota,” harapnya.
Priadi juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah petani plasma yang tergabung dalam Koperasi BSS sebanyak sekitar 600 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan awal pembentukan koperasi yang mencapai lebih dari 1.300 orang.
“Awalnya lebih dari 1.300 anggota, namun ada yang menghibahkan lahannya dan ada juga yang mengundurkan diri,” jelasnya.
Terkait pengelolaan hasil, Priadi menambahkan bahwa penjualan dikelola oleh perusahaan dengan porsi 20 persen. “Hasilnya berdasarkan perhitungan manajemen perusahaan dan langsung masuk ke rekening masing-masing anggota,” pungkasnya.
RAT Koperasi BSS ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola koperasi serta meningkatkan kesejahteraan para petani plasma yang menjadi anggotanya. (Ahmad Fahrizali)








