TEWENEWS, BARITO TIMUR – Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim), Reni Sugiarti, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang telah merespons masukannya terkait penataan tugu perbatasan di Desa Kambitin, Kecamatan Patangkep Tutui.
Desa Kambitin merupakan wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Keberadaan tugu perbatasan dinilai penting sebagai simbol identitas daerah sekaligus wajah Kabupaten Barito Timur di wilayah perbatasan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang telah merespons masukan saya untuk memperhatikan tugu perbatasan di Desa Kambitin, Kecamatan Patangkep Tutui,” ujar Reni Sugiarti, Jumat (2/1/2026).
Ia mengungkapkan, saat melakukan peninjauan pada Agustus 2025 lalu, dirinya merasa prihatin dengan kondisi tugu perbatasan tersebut.
Menurut politisi Hanura ini, kondisi tugu Bartim saat itu sangat jauh berbeda dengan tugu perbatasan milik Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang berdiri berdampingan.
“Waktu itu tugu dari Tabalong terlihat begitu megah, bagus, dan terawat. Sementara tugu kita sangat memprihatinkan, tidak terawat, ditumbuhi lumut, bahkan bentuknya sudah tidak begitu jelas,” ungkapnya.
Namun, setelah kembali melakukan kunjungan, Reni menyebut kondisi tugu perbatasan kini sudah mengalami perubahan yang signifikan.
Tugu perbatasan Bartim tampak lebih rapi, indah, dan megah berdiri berdampingan dengan tugu perbatasan Kalimantan Selatan di Desa Kambitin.
“Sekarang keadaannya sudah berubah. Tugu perbatasan kita terlihat cantik dan megah berdiri berdampingan dengan tugu perbatasan Kalimantan Selatan di Desa Kambitin,” jelasnya.
Reni berharap, ke depan pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap wilayah perbatasan, tidak hanya pada pembangunan tugu semata, tetapi juga pada infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya.
“Wilayah perbatasan adalah wajah daerah. Saya berharap perhatian seperti ini bisa terus berlanjut, sehingga masyarakat perbatasan merasa diperhatikan dan bangga menjadi bagian dari Kabupaten Barito Timur,” pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)









